KEFANAAN ITU MELESAT KE UDARA

Yana S. Atmawiharja

KEFANAAN ITU MELESAT KE UDARA

: KH. Andi Sopandi

Seratus hari yang lalu, pusaran tangis di kamarmu

sebab ada kefanaan melesat ke udara.

Aku tulis sajak ini untuk imam

yang meneteskan air mata

ketika kami tak dapat membaca firman,

menerjemahkan subuh menjadi wudlu,


apalagi menghayati keringat sebagai suatu keabadian.

Bukan demi sorga dan neraka

tapi demi kami yang lapar dan tak tahu jalan pulang.

Suatu hari nanti akan kubaca lagi sajak ini

untuk Bapak yang membolak-balikkan tanah

menanam padi dan menanak nasi.

Bukan demi sorga dan neraka

sebab sorga adalah alamat barumu.

Tasikmalaya, 2009

Sumber : http://atmawiharja.wordpress.com/antlologi-puisi/antologi-i/  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar