Jejaring Sosial: Membuat tahu tapi tidak membuat mengerti

Antara TRANS STUDIO dan Rakyat Kecil
KEFANAAN ITU MELESAT KE UDARA
Yana S. Atmawiharja
KEFANAAN ITU MELESAT KE UDARA
: KH. Andi Sopandi
Seratus hari yang lalu, pusaran tangis di kamarmu
sebab ada kefanaan melesat ke udara.
Aku tulis sajak ini untuk imam
yang meneteskan air mata
ketika kami tak dapat membaca firman,
menerjemahkan subuh menjadi wudlu,
AKU AKAN BELAJAR MENCINTAIMU
Yana S. Atmawiharja
AKU AKAN BELAJAR MENCINTAIMU
Aku akan belajar mencintaimu
ketika di desa-desa tak ada cinta
ketika kita menjadi pengungsi di hati sendiri,
dan ketika kedamaian hanya di sorga.
Aku akan mencintaimu
cinta penghabisan dari kail kecil
yang tertinggal di tepi sungai kering,
cinta yang menerjemahkan rerumputan
pada belahan lumpur dan bebatuan.
Tasikmalaya, 2008 – 2009
Sumber : http://atmawiharja.wordpress.com/antlologi-puisi/antologi-i/
ALFALFA
Yana S Atmawiharja
ALFALFA
Alfalfa dari tepi pantai
dilukai gegaraman
tumbuh di kepala patung-patung lilin
tak ada yang dikenang dari kematiannya.
Alfalfa menahan kemarahan
akankah remah di laut
yang dibelah Musa?
Tasikmalaya, Januari 2007 – 2009
Sumber : http://atmawiharja.wordpress.com/antlologi-puisi/antologi-i/
MENUJU RINDU
Yana S. Atmawiharja
MENUJU RINDU
Syahdan wahai bapak,
jurang di antara kita
yang digali pada malam hujan
menjadi perahu yang nun
menuju rindu.
Tasikmalaya, 2008 – 2009
Sumber : http://atmawiharja.wordpress.com/antlologi-puisi/antologi-i/
KEBUN RAHASIA
KEBUN RAHASIA
:Saeful Badar
Dari kejauhan desamu menggenang.
Aroma segala rempah dari kebun rahasiamu
menyulapku jadi petani,
menjadi penggembala
puisi yang selalu kelaparan.
sementara lantun shalawat yang kusam*)
menjelma kapak.
Tasikmalaya, 2009
*) dari puisinya Saeful Badar “Di Lantun Shalawat yang Kusam”
Sumber : http://atmawiharja.wordpress.com/antlologi-puisi/antologi-i/





